Jumat, 13 September 2013




Sejarah dan Filosofi Olimpiade Kuno

Olimpiade adalah suatu ajang yang sangat popular di seluruh dunia. Bahkan banyak Negara yang kepengen dijadikan tempat berlangsungnya pentas olah raga bergengsi tersebut.
Pada tahun (776 BC- 394 AD)
Olimpiade pada munculnya adalah bagian dari ritual keagamaan bangsa Yunani ( Greece ) dan koloninya untuk menyembah dan memuja Dewa Zeus. Pada zaman tersebut sering terjadi perperangan, namun dengan adanya olimpiade peperangan berhenti dan selama perlombaan semua aktifitas peperangan dan sikap permusuhan dihentikan dan di larang . Pemenang tertinggi berupa mahkota daun zaitun dan di beri gelar pahlawan oleh sukunya.
Pada tahun (393 AD-426 AD)
Pada tahun 393 AD lomba olimpiade di hentikan oleh kerajaan Kristen yang berkuasa pada saat Theodore II. Pada tahun 426 AD Raja Theodore II menghancurkan kota Olimpia dan hancurnya pun karena bencana alam.
Olahraga yang diperlombakan pada awalnya adalah aktivitas yang berkaitan dengan peperangan : Lari (192 M, 384 M dan 1344 M), Gulat, Penthatlon (lompat jauh,lempar lembing, lari 192 M, lempar cakram dan lempar martil), Tinju, Balap kreta kuda, Pancration (gabungan tinju dan gulat), Balap kuda, dan Lomba lari membawa senjata.

Pelaksanaan olimpiade kuno:
  • Lomba diselenggarakan setiap 4 tahun sekali di sebuah stadion yang berkapasitas 40.000 (300M X 200 M) di dekat sungai Kladeios dan berlangsung selama 5 hari.
  • Para atlit melakukan lomba dengan bertelanjang bulat, dimaksudkan untuk menjaga kesucian festival
  • Peserta dan penonton yang diizinkan berpartisipasi hanyalah kaum pria.

FILOSOFI DAN NILAI OLIMPIADE KUNO
  1. Menjaga kesucian diri dalam bertanding
  2. Kekuatan, kebugaran, ketrampilan dan mental yang sehat diutamakan
  3. Semangat untuk berprestasi
  4. Kejujuran dalam pertandingan
  5. Saling menghargai
  6. Terciptanya perdamaian
  7. Terjalinnya kompromi dan kesepakatan antar suku
  8. Penghargaan tertinggi bagi yang berprestasi
  9. Peningkatan ekonomi
  10. Suka Cita
Hikmah yang saya ambil dari olimpiade ini adalah sikap pantang menyerah sebelum mendapatkan suatu hasil yang kita mau. Dan kita tidak pernah tahu hasil kita ini sebelum kita mencobanya dengan sungguh-sungguh. Kita sering berfikir bahwa kita tidak bias melakukan apa pun yang menurut kita sulit pada hal kita belum pernah mencobanya. Itu dikarenakan batasan pandangan kita yang membuat kita berfikir bahwa kita tidak bisa. Dengan cara menutup mata kita dan kita mencoba terus maju itu menbuat kita tetap focus dan tidak menghambat pandangan kita. Karena membuat kita tidak takut terhadap rintangan di depan kita.
Saran saya  adalah kita tidak boleh bilang tidak bisa sebelum kita mencoba hal itu. Tidak ada yang tidak bisa di dunia ini sebelum kita mencobanya dengan penuh kerja keras dan usaha kita sendiri.
S­emangat pemuda Indonesia!!!!!!!!!

https://fbcdn-sphotos-d-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc3/582694_399830716773813_424180921_n.jpg




Nama : Diky Ilma Haq
Jurusan / prodi : matematika/ pend.matematika regular 2013
No. reg : 3115130751

Tidak ada komentar:

Posting Komentar