Resume olimpisme
yang ke-4
PENYEBARLUASAN
OLIMPISME MELALUI GERAKAN OLIMPIADE MODERN.
Sabtu pada tanggal 21 september kita kembali
lagi di mata kuliah olimpisme ini, kita di pertemukan lagi karna rahmat dari
allah begitu besar. Di pertemuan ke 4 ini seperti biasa di awalin dengan
membaca al quran agar pembelajaran dapat di ridhoi oleh allah.
Sehais membaca al quran kita di
kasih tontonan film oeh pak wijaya yang begitu berarti banget yang mengenai
masa lalu seorang anak kecil yang ingi membeli oat namn dia tidak punyaduit nam
ada bapak yang baik hati menolognya . 30 than berlalu bapak tersebut terseang
penyakit dan bisya rumah sakitnya pun begitu mahal namun ada seorang dokter
yang meolongnya ternyat dokter itu anak kecil itu yang iya tolong 30 tahu lalu
.intinya kit harus selalu ngebantu orang yang kesusahan pasti aka nada imbalan
yang berlipat lipat.
Materi yang diberikan pada pertemuan
keempat ini adalah PENYEBARLUASAN OLIMPISME MELALUI GERAKAN OLIMPIADE
MODERN. Pertama kami diberitahu Tujuan dan Latar Belakan dari
Olimpiade Modern. Tokoh penggerak dari olimpiade ini adalah Baron Pierre De
Coubertin, beliau adalah bangsawan Perancis yang membangkitkan semangat
Olimpia. Ide dasarnya adalah menciptakan kehidupan yang damai melalui aktivitas
olahraga. Lembaga yang mengkoordinir Olimpiade ini adalah International Olympic
Committee (IOC) dan diselenggarakan pertama kali di Athena pada tahun 1896.
Tujuan dari diselenggarakannya Olimpiade ini adalah:
- Mempromosikan dan
menyebar luaskan paham yang terkandung dalam olimpiade (olympism) secara
umum dan menanamkan nilai filosofi olahraga sebagai dasar
pembentukan fisik dan pengembangan moral manusia .
- Untuk mendidik generasi
muda melalui olahraga yang dilandasi oleh semangat saling
pengertian dan persaudaraan antar bangsa yang lebih baik,
sehingga memungkinkan terbentuknya dunia yang lebih damai dan
kondusif.
- Untuk menyebar luaskan
prinsip-prinsip Olimpiade keseluruh dunia, sehingga membentuk semangat
perdamaian international.
- Mempertemukan
atlet dunia dalam suatu festival olahraga Internasional empat
tahunan, yang hingga kini dikenal dengan pertandingan olimpiade (Olympic
Games).
LOGO OLIMPIADE MODERN
Logo Olimpiade ini berisi 5 Cincin dengan 5
warna yang menggambarkan 5 Benua di seluruh dunia. Logo dibuat oleh B.Pierre de
Coubertin dan diluncurrkan pertama kali di Antwerpen pada tahun 1914.
Motto olimpiade modern
“CITIUS, ALTIUS, FORTIUS”
(Lebih Cepat, Lebih Tinggi,
Lebih Kuat)
Ini
merupakan motto dari Olimpiade Modern. Motto ini diusulkan oleh Father Henri
Didon, seorang guru dari Republik Dominika. Motto ini sangat penuh makna. Lebih
cepat yaitu kita lebih cepat berkembang dari siapa pun , lebih tinggi yaitu
kita bis menggapai cita-cita kita yang stinggi apa pun itu, lebih uat yaitu
kita bias lebih kuat dari siapa pun.
Berikut adalah Misi dari Olimpiade Modern.
MISSION OF THE INTERNATIONAL OLYMPIC
COMMITTEE
The International Olympic Committee is the supreme authority of the Olympic Movement. Its role is to promote top-level sport as well as sport for all in accordance with the Olympic Charter. It ensures the regular celebration of the Olympic Games and strongly encourages, by appropriate means, the promotion of women in sport, that of sports ethics and the protection of athletes.
The
IOC is composed of a maximum of 115 co-opted members (however until 31 December
2003, the total number of IOC members may reach 130) who meet in Session at
least once a year. The Session elects a President for a term of eight years,
renewable once for four years, and Executive Board members for terms of four
years.
By
retaining all rights relating to the organisation, marketing, broadcasting and
reproduction of the Olympic Games, the IOC ensures the continuity of a unique
and universal event.
The
Olympic Movement receives most of its funding from the Olympic Games rights
bought by broadcast networks. However, it also benefits from the Olympic
Partners world-wide sponsorship programme (TOP) comprising multinational
companies.
Berikut merupakan peranan IOC dalam Olimpiade Modern:
- Mendorong terjadinya
koordinasi, pengorganisasian dan pengembangan olah raga dan kompetisi olah
raga diantara institusi olahraga baik tingkat nasional maupun
internasional.
- Bekerjasama dengan
pihak publik maupun swasta yang memiliki kemampuan dan kewenangan
dalam menerapan nilai olah raga dalam pelayanan kemanusiaan.
- Menyelenggarakan
pertandingan olimpiade musim panas dan musim dingin secara reguler (4
Tahunan)
- Bekerjasama dengan
institusi olah raga Internasional (IF’s) dan nasional (NOC) melakukan
koordinasi menyelenggarakan kegiatan dan aksi aksi penyebarluasan nilai
nilai olah raga (olympism)
- Mendorong gerakan
olimpiade dan penyelenggaraan olimpiade sehingga dapat berperan dalam
membantu menyelesaikan masalah masalah lingkungan.
- Mendukung
International Olympic Academy (IOA) dan institusi lainnya dalam melaksanakan
kegiatan pendidikan olimpiade.
Program dari IOC
Program-program
IOC itu banyak sekali seperti, Olympic Games, Sport for All, Olympic
Academy, Olympic Solidarity, Paralympic Games,dan masih banyak lagi.
Olimpiade ini pun diselenggarakan setiap 4 tahun sekali dalam 2 kali yaitu saat
musim panas dan musim dingin. Sudah 21 kali Olimpiade musim dingin
diselenggarakan, dan 30 kali untuk Olimpiade musim panas.
Disela-sela
materi, OmJay pun menyajikan sebuah video tentang betapa singkatnya hidup ini.
Tidak sadar bahwa sekarang umur kita semakin berkurang. Kita masih berpikir
bahwa kemarin baru dilahirkan, tapi sekarang sudah sebesar ini. Selain video
tentang kehidupan, OmJay pun “menyetel” cuplikan film Sang Pencerah. Cuplikan
film tersebut berisi tentang rasa syukur kita terhadap Sang Pencipta ALLAH
S.W.T.
Partisipasi Indonesia dalam gerakan olimpiade Olaraga Indonesia setelah kemerdekaan
Olaraga sebagai sarana mengkokohkan dan eksistensi Negara baik secara nasional maupun internasonal oleh karea itu di bentuk :
1.
Badan keolaragaan nasional yang berorientasi ke tingkat
internasioanl yaitu : KORI ( komite
olahraga republic Indonesia ) dan PORI ( persatuan olahraga rupublik Indonesia )
KORI dan PORI menyelenggarakan kongres olahraga
nasional pertama tahun 1948 , degan agenda pokok : ikut serta dalam olimpiade London
taun 1948 dan menyelenggarakan pecan olahraga nasional (PON)I/1948
2. Keikut
sertaan di olimpiade tiak dapat terlaksanakan karena kesulitan pendapatan visa
ke negara penyelenggara namun PON I
tetap terselenggara .
Olahraga Indonesia sebelum kemerdekaan # Sebagai Negara dan bangsa yang di jajah, bangsa Indonesia merasakan diskriminasi
# Bangsa Indonesia mamahami dan menyadari , bahwa olahraga sebagai :
-
Alat perjuangan
-
Pembentuk jati diri
-
Persatuan dan kesatuan bangsa
-
Sarana pendidikan
#
Oleh karena itu untuk memperjuangkan kemerdekaan saat itu, telah berdiri organisasi
cabang olahraga msalnya : IMI (1906) ,PSSI (1930), PELTI (1935)
#
Organisasi olahraga tersebut sebagai mana alat perjuagan bangsa Indonesia untuk
meraih kemerdekaan .
Akhir dari materi ini, selalu diingatkan
bahwa dalam menjalani kehidupan sehari-hari kita harus mengamalkan nilai-nilai
olimpisme itu. Agar terciptanya kedamaian di bumi tercinta ini. Selain itu,
semoga cabang olahraga lain di Indonesia mampu memberikan medali bagi bangsa
Indonesia. Dan semoga Indonesia dapat menjadi tuan rumah Olimpiade dimasa
mendatang.
Demikian hasil resume dari saya jika adakata
yang kurang berkesan saya mohon maaf, semoga rsumeini bias lebih baik dari
sebelumnya . pesan saya agar Indonesia terus maju di olahraga dan jangan sampe
ada hal sepele yang merusak persatuam kita ini. Semangat bangsa
Indonesia !!!!!!!!
Nama: Diky
Ilmahaq
Jurusan /
prodi : matematika / pen. Matematika regular
No. reg :
3115130751

